Halaman

Minggu, 10 Juli 2011

APALAH GUNA MATA TANPA CAHAYA, APALAH GUNA HATI TANPA ADANYA CINTA


Pernahkah kamu mencoba membuka mata di kegelapan malam sedang  tidak ada setitik cahayapun yang bersinar di sekitarmu? Apa yang kamu lihat? Apa bedanya ketika kamu memejamkan mata dengan membuka mata? Mata seakan menjadi buta, semua akan terlihat hitam, sedangkan dunia ini bukan hitam, tapi  memiliki sejuta dimensi warna.

Mata dan cahaya adalah satu kesatuan yang tak dapat kita pisahkan. Mata tak akan berguna apabila tak ada cahaya dan cahaya tidak akan berguna apabila tidak ada mata. Semua sudah dirancang oleh sang Maha Kuasa agar kita bersyukur dan bersujud kepada-Nya.


Mengapa kita masih kufur kepada-Nya? Setelah kita diizinkan melihat menggunakan mata. Kita juga diberikan hadiah segelonggong  hati agar kita bisa merasa. Masihkah kamu berprasangka buruk kepada-Nya sedang Dia tak pernah berprasangka buruk terhadap kamu?

Hati analogi sepasang bola mata. Hati tanpa”cinta” ibarat mata tanpa setitik cahaya. Hati tanpa cinta hanyalah segelonggong daging yang menempel dan bersembunyi di balik tulang-tulang rusuk. Lalu ia buta dan menganggap dunia adalah hitam padahal dunia itu penuh warna karena hadirnya cahaya cinta.

cinta ibarat pelita yang menyinari hati dari kegelapan sepi. tanpa cinta, manusia akan musnah karena kebencian akan menjadi penguasa yang menimbulkan gejolak permusuhan dan peperangan. maka muntahkan semua virus-virus benci di dalam hatimu, kobarkanlah bendera cinta, tegakkanlah ia, tancapkanlah tiang-tiangnya di dasar hatimu yang paling dalam. nyatakan "TIDAK ADA YANG PANTAS DI CINTA SELAIN ALLAH TA'ALA!" DAN MENCINTAI MAKHLUK-NYA ADALAH SARANA IBADAH UNTUK SEMAKIN MENDAMBA-NYA"
  
RIFKI IRAWAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar